Pansus DPRD DKI Soroti Gunungan Sampah Liar 60 Ribu Ton di Nagrak
JAKARTA — Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD Provinsi DKI Jakarta menyoroti keberadaan gunungan sampah liar di kawasan Jalan Reformasi, Rawa Malang, Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara. Tumpukan sampah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu ton dengan ketinggian lebih dari 15 meter.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengatakan persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat di sekitar lokasi.
“Tumpukan sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu bahkan memiliki ketinggian lebih dari 15 meter,” kata Judistira di Jakarta, Selasa.
Persoalan tersebut dibahas Pansus bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, kepolisian, dan TNI. Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi terhadap persoalan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di kawasan Nagrak.
“Rapat tersebut mencari solusi permasalahan TPS liar yang ada di Nagrak, Jakarta Utara. Ini sudah menjadi keluhan masyarakat di sekitar Jakarta Utara dan tidak boleh terjadi berulang-ulang,” ujarnya.
Tak Sekadar Memindahkan Sampah
Judistira menegaskan, penanganan gunungan sampah di Nagrak tidak cukup hanya dengan memindahkan tumpukan sampah yang sudah ada. Pemerintah juga perlu memperhatikan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas pemilahan sampah di kawasan tersebut.
Menurutnya, terdapat sekitar 250 pemulung serta koperasi yang beraktivitas di lokasi. Karena itu, penanganan kawasan Nagrak harus mempertimbangkan aspek lingkungan sekaligus keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.
Pansus DPRD DKI Jakarta berencana turun langsung ke lokasi bersama aparat penegak hukum dan unsur lingkungan hidup untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
“Mudah-mudahan besok kunjungan kami dibantu oleh rekan-rekan aparat penegak hukum dan juga dari lingkungan hidup ini bisa mencarikan solusi kepada saudara-saudara kita yang memang mencari pekerjaan di sana,” kata Judistira.