Skip to content
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
IzooeNews.com IzooeNews.com
IzooeNews.com IzooeNews.com
  • Home
  • NASIONAL
  • METROPOLITAN
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • Tentang Kami
  • SKYTRANS
  • Home
  • NASIONAL
  • METROPOLITAN
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • Tentang Kami
  • SKYTRANS
Subscribe
Close

Search

EKONOMIHEADLINE

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Naik dan Rupiah Tertekan

By bagustenankowe@gmail.com
1 September 2026 2 Min Read
0

JAKARTA — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut menekan nilai tukar rupiah. Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah melemah 22 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.744 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.722 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sentimen global, terutama kenaikan harga minyak yang mencapai sekitar 91 dolar AS per barel akibat meningkatnya ketegangan AS dan Iran.

“Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata Rully.

Ketegangan meningkat setelah pasukan AS menghantam dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026). Serangan tersebut menargetkan sistem yang diduga tengah dipersiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke kawasan Selat Hormuz.

Perkembangan konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan dan distribusi minyak dunia. Dampaknya, harga minyak meningkat dan menjadi sentimen negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari meningkatnya ekspektasi inflasi Amerika Serikat dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS.

Rully menyebut ekspektasi inflasi AS tercatat 0,39 persen secara bulanan dan 3,6 persen secara tahunan. Sementara yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,8 basis poin menjadi 4,77 persen dan tenor 20 tahun meningkat 6,7 basis poin menjadi 5,27 persen.

Kenaikan yield obligasi AS berpotensi meningkatkan daya tarik aset dalam denominasi dolar sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menguat ke level Rp17.727 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.746 per dolar AS.

Author

bagustenankowe@gmail.com

Follow Me
Other Articles
Previous

Pansus DPRD DKI Soroti Gunungan Sampah Liar 60 Ribu Ton di Nagrak

Next

81 Tahun DPR, Puan Maharani Tekankan Pentingnya Kinerja yang Dirasakan Rakyat

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • Tentang Kami
Copyright 2026 — IzooeNews.com. All rights reserved. MTM NETWORK