81 Tahun DPR, Puan Maharani Tekankan Pentingnya Kinerja yang Dirasakan Rakyat
JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa ukuran keberhasilan parlemen bukan semata-mata dilihat dari banyaknya undang-undang yang dihasilkan atau rapat yang digelar, melainkan dari sejauh mana kerja DPR memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Puan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Khusus Hari Ulang Tahun Ke-81 DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.
Menurut Puan, 81 tahun perjalanan DPR harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kinerja, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
“Kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan, tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat,” kata Puan.
Ia mengatakan DPR masih memiliki banyak ruang untuk berbenah dalam menjalankan empat fungsi utamanya, yakni legislasi, anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen.
Puan juga menegaskan DPR terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam hubungan demokratis antara rakyat dan lembaga perwakilannya.
“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,” ujarnya.
Puan menilai kritik publik seharusnya menjadi dorongan bagi DPR untuk terus melakukan perbaikan dan transformasi dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Ia menekankan, keberhasilan DPR tidak cukup diukur dari jumlah produk legislasi, banyaknya rapat, maupun besarnya anggaran negara yang dibahas dan disetujui. Hal yang lebih penting adalah dampak dari seluruh proses tersebut terhadap kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Puan juga mengingatkan bahwa kedaulatan negara pada hakikatnya berada di tangan rakyat, bukan pada kehendak perseorangan maupun kekuasaan semata.
Menurut dia, kepercayaan publik akan tumbuh apabila terdapat konsistensi antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, momentum 81 tahun DPR diharapkan tidak hanya menjadi peringatan perjalanan sejarah lembaga legislatif, tetapi juga menjadi titik evaluasi untuk memperkuat hubungan antara DPR dan rakyat.
“Marilah kita, DPR RI, pada usia yang ke-81 tahun ini terus mawas diri dan kita kerja bersama menjadikan DPR RI yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan rakyat. 81 tahun DPR RI bukanlah tentang sudah seberapa jauh DPR RI berjalan, tetapi tentang sudah seberapa dekat perjalanan kita dengan rakyat,” tutur Puan.