Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai September, Pertamax Turbo Tembus Rp19.600 per Liter
JAKARTA — Harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina resmi naik mulai 1 September 2026. Kenaikan terjadi pada beberapa produk, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga paling terasa pada BBM nonsubsidi. Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT, misalnya, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.600 per liter.
Harga Dexlite berada di level Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex dipatok Rp25.200 per liter. Adapun Pertamax dijual Rp15.950 per liter dan Pertamax Green 95 Rp16.600 per liter.
Perubahan harga tersebut membuat jarak antara BBM subsidi dan nonsubsidi semakin lebar. Konsumen yang menggunakan BBM nonsubsidi harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar mulai September.
Harga Berbeda Antarwilayah
Pertamina menerapkan harga berbeda di sejumlah wilayah Indonesia. Perbedaan tersebut dipengaruhi ketentuan harga jual serta biaya distribusi masing-masing daerah.
Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, misalnya, Pertamax dibanderol Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Sementara di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter.
Khusus kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, harga Pertamax tercatat Rp15.150 per liter, Pertamax Turbo Rp18.550, Dexlite Rp22.500, dan Pertamina Dex Rp23.950 per liter.
Di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, harga BBM nonsubsidi berada pada level yang sama dengan sebagian wilayah Sumatera, yakni Pertamax Rp16.300, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Sedangkan Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan menerapkan harga Pertamax Rp16.650, Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter.
Untuk wilayah Sulawesi, harga Pertamax dipatok Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax dijual Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter. Harga serupa berlaku di Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sementara di Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamax dibanderol Rp16.300 per liter, Dexlite Rp24.200, serta Pertamina Dex Rp15.750 per liter.
Pertalite dan Biosolar Tetap
Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan harga BBM bersubsidi.
Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Adapun jika dibandingkan dengan harga Agustus 2026 di wilayah tertentu, Pertamax Turbo sebelumnya berada di kisaran Rp18.300 per liter dan kini naik menjadi Rp19.600 per liter.
Dexlite yang sebelumnya Rp19.700 per liter meningkat menjadi Rp23.700 per liter. Pertamina Dex juga naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Dengan demikian, mulai September 2026, konsumen perlu memperhitungkan kembali biaya operasional kendaraan, khususnya pengguna kendaraan yang menggunakan BBM nonsubsidi.
Harga tersebut dapat berbeda berdasarkan wilayah dan ketentuan distribusi yang berlaku di masing-masing daerah.